Sang pemimpi, film yang diangkat dari (salah satu) novel favorit saya ini sudah lumayan lama beredar di bioskop Indonesia. Beragam komentar ilayangkan terhadap film itu, ada yang bilang, “Bagus banget al, saya sampai nangis tersedu sedan sesenggukan di dalem bioskop, jauh lebih bagus dari laskar pelangi”. Ada juga yang bilang, ” Gw kurang suka biasa aja, bagusan laskar pelangi”. Sampai pendapat apatis yang, “Sang Pemimpi? film yang mana y? oooo gw tidur ditengah-tengah saking bosennya”. Karena saya belom nonton dan cm bisa menilai dari komentar teman-teman maka bingunglah saya! range nilainya mungkin 1-10!! yang berarti saya emang harus nonton sendiri!
Dan saya bener-bener nonton sendirian.
Aktivitas nonton sendiri udah biasa saya lakukan sejak SMP, ketika pertama kali diberi uang saku dan di akhir minggu uang sakunya masih utuh tak berkurang, karena belum tahu digunakan untuk apa… Sejak itu saya sering sekali nonton sendirian, karena memang menurut saya, aktivitas nonton film tidak perlu harus beramai-ramai, because there is only between you and the movies in that dark room, interaksi yang ada hanya kamu dan film yang kamu tonton
. entah kenapa orang-orang menganggap tindakan itu aneh?.. menurut kalian bagaimana?
yah intinya saya nonton sang pemimpi sendirian di BIP hari selasa tgl 12 Januari 2010. Hari itu saya mengawali hari dengan mendengar original soundtrack 500 days of summer (thanks to Amanda mita for giving this shit that i cant stop listen to), terutama sweet disposition yang didengerin ampe (ga pernah) bosen. lalu mengambil pesenan note book di Rindu printing di Tubis, dari 2 pesenan yang jadi bagus cuma 1, yang satu dibalikkin karena emang jelek. Habis itu dijemput adi langsung ke kampus ngobrolin rencana anak-anak mau jalan-jalan ga tau kemana, setelah beberapa saat (atau jam!) ga jelas, diselingi dengan makan siang di mambo, bergabungnya tika dan jessika, dan terungkapnya kenyataan bahwa payung yang saya bawa sudah rusak dan tak bisa berguna sebagaimana kodratnya, akhirnya ditetapkanlah kita bakal jalan ke SEMPU, setelah brak brik bruk nyatet perlengkapan apa aja yang harus dibawa, kita ke kampus lagi lalu sholat dzuhur di salman, goler goler sbentar dan yang tersisa tinggal saya, adi, dan kiwik.
Lalu sepi……. bingung ma ngapain…
Trus inget td susan menyebut-nyebut tentang pameran pendidikan di aussie. Sesampai disana, muter-muter berburu brosur dan nanya-nanyi, dan sedikit membuat keributan trus akhirnya keluar dan bahkan belom sempet ketemu susan yang ngasihtahu kita,, bingung mau ngapain lagi akhirnya saya membulatkan tekad sebulat pipinya adiska untuk menonton sang pemimpi. sendirian.
Dan akhirnya saya duduk dengan nyaman di studio 3 BIP untuk menonton film yang rencananya udah mau ditonton sejak 1 bulan yang lalu. lalu dimulailah SANG PEMIMPI ITU.
dan berakhir… Keluar dari studio pandangan mata saya kosong, mata saya basah, langkah saya laju, dan pikiran saya melambung keluar tubuh saya yang sempit ini.
yang mengena dari film itu untuk saya adalah
- Bahwa musik melayu memang paling asyik didengarkan dalam bentuk aslinya tanpa akulturasi lain
- Bahwa mengkhianati harapan akan berbuah penyesalan ke diri kita sendiri.
- Bahwa mengejar mimpi itu sulit dan jangan berharap akan mudah, karena pasti akan banyak rintangan di depan. maka dari itu kita butuh sahabat yang dapat mengingatkan kita ketika mimpi itu mulai padam oleh emosi yang seringkali mengalahkan logika.
- dan bahwa sahabat adalah harta yang paling berharga dan tidak akan bisa terganti oleh apapun
Selama film pun saya terus disemangati oleh banyak sekali Pekik-pekik yang menginspirasi. yang paling terkenang oleh saya.. selain
Masa muda adalah masa yang berapi-api! -Haji Rhoma Irama…
adalah
Selama dengan buku kalian boleh memenjarakanku dimana saja, karena dengan buku aku bebas. -M. Hatta…
Kisahnya memang sangat bagus, akting aktor-aktor mudanya SANGAT BAGUS!!! menyenangkan melihat orang-orang yang begitu menghayati perannya sehingga kita percaya bahwa mereka adalah yang mereka perani itu
.
Film ini mengingatkan saya untuk terus membesarkan diri kita agar kita kuat untuk membawa mimpi besar kita
!!!
Membuat saya semangat untuk untuk menjadi lebih baik setiap harinya!!!
“Barang siapa yang hari ini sama seperti kemarin maka ia merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia pandai (beruntung), dan barang siapa yang hari ini lebih jelek dari kemarin, maka ia terlaknat (HR. Bahaqi).
secara visual.. film ini tidak menarik.. im happy coz what i see is not what it is from my eyes.. its what i see by my heart..
i remember my teacher, Mrs Ventura. It was my last year in Australia, and i was a fifth grader, dan yang diutamakan masuk tim adalah anak kelas 6. Teman saya memberitahukan ibu itu bhw tahun ini adalah tahun terakhir sya di negeri down under ini. Saya masuk tim, entah karena belas kasih atau apa. Saya pun mulai pemanasan and performed well, i guess, and she said, “Well, its true what they say, don’t judge a book by its cover.” i guess she was suprised by the way a short, asian, non famous, shy, little girl can do.
watching this movie,, i realized how im so longing for a best friend… a friend that would guide you to RUN fast and ALWAYS get closer to your dreams no matter what and in every situation… I don’t know… was it me who’s leaving my friends… or is it they who left me… I hope one day i can find this person,, or be this person,,
another thing, is that i missed beautiful amazing stories about love… true love… love in general… about father and son… friends… neighbour… it’s very heartaching that my love to people around me is not big enough…
Wow… that was long… haha… keep dreaming boy,, sorry man,, and reach ‘em… or reach even higher…
Susan
well, saya senang bisa menonton film ini bukan hanya dengan matai namun juga dengan hati…
“Barang siapa yang hari ini sama seperti kemarin maka ia merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia pandai (beruntung), dan barang siapa yang hari ini lebih jelek dari kemarin, maka ia terlaknat “(HR. Baihaqi).
susah..