Hari minggu tanggal 10 Januari 2010, aku menangis saat sholat setelah sekian lama… penyebabnya.. suara imamnya yang indah tak kentara ketika memimpin sholat berjamaah… di masjid Al-Kautsar jalan Sumbawa..
Semua kesalahan dan pemikiran yang tertumpuk dalam benak, tumpah semua ke bumi dalam bentuk tetesan air mata…
tempat sujudku basah…
Tapi entah mengapa aku tak bisa menghentikan airmata yang mengalir deras itu…
Lebih tepatnya tidak mau…
Ketika kalbu yang tertutup oleh banyak dosa itu akhirnya tersentuh, rasanya sangat rugi untuk menghentikannya.
Di dunia yang serba cepat sekarang ini, sudah sangat sedikit orang yang bisa menangis. Sikap individualis yang menggerogoti tiap-tiap individu di dunia, merontokkan kepekaan dan membuat kita lupa rasanya menjadi manusia…
sikap seperti itu sama saja dengan menutup hati.. dan Menutup hati membuat kita kebal… Apabila hati kita tertutup.. maka hati kita akan gelap.. dan kita akan tersesat… dan mulai kehilangan arah hidup…
Mengapa harus malu untuk menangis? menangis sama seperti tertawa… itu bukti bahwa kita masih manusia:) Dan berbeda dengan tertawa.. saat menangis saya memikirkan lebih banyak hal, teringat lebih banyak hal, memikirkan lebih banyak solusi… penyesalan yang berlarut itu sendiri sudah tak perlu dipikirkan karena air mata itulah penyesalan kita… makanya setelah menangis biasanya hati kita merasa lega tak terkira…
Menangis seringkali dianggap sebagai bentuk kelemahan.. tapi dalam Islam… menangis dapat menghapus dosa
… Betapa lembutnya islam itu..
sedangkan tertawa memang sangat menyenangkan namun..
Janganlah banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu akan mematikan hati.“ (HR. Tirmidzi)
Karena itu apabila berkesempatan untuk menangis… jangan lepaskan kesempatan itu.. dan rasakan sensasinya
pemikiran yang luar biasa dari seorang pria. yang, terkadang menjadi sangat gengsi untuk menangis. padahal ya, sangat manusiawii dan ga salah pria menangis.. asal menangis pada hal yang memang layak untuk di tangisi
smile aldii